Penyakit Akibat Bakteri Gejala dan Penyebab – Bakteri adalah mikroorganisme kecil yang sebagian besar berupa tidak beresiko atau bahkan berguna bagi manusia, seperti yang menunjang pencernaan. Namun, sebagian tipe bakteri mampu mengakibatkan penyakit serius kalau memasuki tubuh dan berkembang biak. Mengenali gejala dan mengerti penyebab penyakit akibat bakteri terlalu perlu sehingga penanganan mampu ditunaikan dengan cepat dan tepat.
Gejala Penyakit Akibat Bakteri
Gejala penyakit yang disebabkan oleh bakteri mampu terlalu beragam, tergantung pada tipe bakteri dan bagian tubuh yang terinfeksi. Berikut adalah sebagian gejala umum yang wajib diwaspadai:
Demam
Demam merupakan isyarat bahwa tubuh sedang melawan infeksi. Penyakit akibat bakteri, seperti tifus atau pneumonia, seringkali mengakibatkan suhu tubuh meningkat secara signifikan.
Nyeri atau Peradangan
Infeksi bakteri kerap kali mengakibatkan peradangan pada daerah yang terkena, seperti tenggorokan, kulit, atau persendian. Contohnya adalah radang tenggorokan akibat bakteri streptokokus.
Diare atau Masalah Pencernaan
Beberapa bakteri seperti Escherichia coli dan Salmonella mampu mengakibatkan gangguan pencernaan seperti diare, mual, hingga muntah.
Luka Bernanah atau Infeksi Kulit
Infeksi bakteri pada kulit, seperti infeksi Staphylococcus, kerap ditandai dengan luka bernanah, bengkak, atau kemerahan.
Baca Juga : 4 Khasiat Kunyit Putih untuk Kesehatan yang Tak Terbantahkan
Batuk dan Sesak Napas
Infeksi saluran pernapasan seperti pneumonia yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae atau Haemophilus influenzae mampu mengundang batuk parah, sesak napas, dan nyeri dada.
Penyebab Utama Penyakit Akibat Bakteri
Penyakit akibat bakteri biasanya disebabkan oleh faktor-faktor berikut:
Kontaminasi Makanan dan Minuman
Makanan atau minuman yang tercemar bakteri patogen seperti Salmonella atau Listeria kerap jadi penyebab keracunan makanan. Kurangnya kebersihan saat mempersiapkan makanan termasuk mampu menambah risiko.
Kebersihan yang Buruk
Bakteri gampang menyebar melalui tangan yang kotor, permukaan yang terkontaminasi, atau sanitasi yang tidak memadai. Misalnya, bakteri Escherichia coli mampu menyebar melalui air yang terkontaminasi.
Kontak Langsung dengan Orang yang Terinfeksi
Beberapa bakteri menyebar melalui kontak langsung, seperti radang tenggorokan akibat Streptococcus. Selain itu, benda yang digunakan bersama, seperti handuk atau alat makan, termasuk mampu jadi sarana penyebaran.
Sistem Kekebalan Tubuh Lemah
Orang dengan proses kekebalan tubuh yang lemah, seperti anak-anak, lansia, atau penderita penyakit kronis, lebih rentan terkena infeksi bakteri.
Gigitan Hewan atau Serangga
Beberapa bakteri mampu menyebar melalui gigitan hewan atau serangga. Contohnya adalah bakteri Borrelia yang mengakibatkan penyakit Lyme akibat gigitan kutu.
Pencegahan dan Penanganan
Untuk menahan penyakit akibat bakteri, perlu untuk memelihara kebersihan diri dan lingkungan, membasuh tangan dengan sabun, meyakinkan makanan matang sempurna, dan juga jauhi kontak dengan orang yang terinfeksi. Jika gejala infeksi bakteri muncul, segera konsultasikan dengan dokter. Penanganan biasanya melibatkan pertolongan antibiotik cocok resep dokter. Namun, pemanfaatan antibiotik yang tidak pas mampu mengakibatkan resistensi bakteri, sehingga wajib digunakan dengan hati-hati.
Kesimpulan
Mengenali gejala dan mengerti penyebab penyakit akibat bakteri adalah langkah awal yang perlu untuk memelihara diri dan keluarga. Dengan memelihara kebersihan dan pola hidup sehat, risiko terkena infeksi bakteri mampu diminimalkan. Jangan sangsi untuk melacak pertolongan medis kalau mengalami gejala yang meragukan sehingga penanganan mampu ditunaikan sedini mungkin.